Senin, 06 Oktober 2014

Celana Panjang Anda : Dari Jeans, Khaki Sampai Korduroi



Celana panjang pria beragam jenisnya.
Jenis mana yang menjadi favorit Anda ?

Ada yang berupa berupa jeans, pantalon yang bukan dari bahan jeans, korduroi (foto : Polo Ralph Lauren), dan celana khaki.   

Pantalon memiliki crease (lipatan setrika)  yang  terlihat jelas. Pada umumnya pantalon memiliki pleats, lipatan vertikal yang dijahit pada bagian depan ban pinggang.

Pleats membuat pemakainya nyaman ketika duduk maupun bergerak dan benda-benda yang dimasukkan ke saku celana tidak terlihat menonjol. 

Celana dengan satu pleat di kiri dan kanan perut terlihat bagus pada pria yang kurang ramping. 

Sementara celana dengan dua pleats tampak bagus pada pria berperut besar. Celana tanpa pleat tampak bagus pada pria berperut ramping.

Crease atau lipatan setrika yang sedikit tertekuk di atas sepatu menandakan pantalon sudah cukup panjang untuk menutupi kaos kaki ketika Anda melangkah

Bagian paling bawah pantalon ada yang dilipat ke dalam (dikelim) dan ada yang dijahit dengan model cuff (dilipat ke luar).   

Cuff pada celana pertama kali diperkenalkan Raja Edward VIII dari Inggris yang melipat ujung celananya karena khawatir terkena becek. Namun celana ber-cuff ternyata disukai pria Amerika.
  
Celana untuk setelan jas (suit)  dan tuxedo tidak memiliki cuff karena cuff memberi kesan kurang formal pada celana.

Ukuran Pantalon :

Pinggang :  28   30   32   34   36   38   40       42    44       46
Pinggul    :  34   36   38   40   42   44   45½     47    48 ½   50½

Pantalon Formal:

Bahannya halus
Di balik ban pinggang diberi bahan pelapis agar ban pinggang tetap rapi.
Jahitan pada ujung bawah pipa celana tidak terlihat.
Pantalon warna hitam paling cocok untuk dikombinasikan dengan kemeja warna apapun.

Pantalon kasual :

Bahannya berupa korduroi, denim, katun, jeans.
Di depan dan di balik ban pinggang dibuat dari bahan yang sama.
Saku bisa dibuat flat maupun ditempel (patch pocket).
Jahitan pada ujung bawah pipa celana terlihat.

Keistimewaan celana khaki :

Tidak formal namun tidak terlalu kasual, lebih rapi daripada jeans.
Cocok dikenakan dengan kemeja warna apapun, dengan sepatu model apapun (loafer, sepatu kulit bertali, atau boot), dengan ikat pinggang kulit atau dari bahan seperti kanvas. Nyaman dikenakan karena dibuat dari katun.

Korduroi :

Korduroi bertekstur halus yang dipadankan dengan kemeja katun tampak bagus. Sementara korduroi bertekstur kasar yang dipadankan dengan kemeja denim atau kaos polo tampak rustic.


121006

Senin, 15 September 2014

Jas (2) : Di Balik Heboh Jas Obama

Jas Obama memicu gara-gara. Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengenakan suit (setelan jas) warna coklat muda pada acara konferensi pers pada 28 Agustus 2014. Warna jasnya kemudian dikomentari banyak orang di media sosia.

Sesuai dengan etiket berbusana, untuk menghadiri acara formal sebaiknya stelan jas yang dikenakan adalah warna gelap, terutama hitam, dengan kemeja putih dan dasi.

Suit (setelan jas) adalah busana formal berupa padanan jas dan celana yang persis sama warna, bahan, dan coraknya. Bila jas dan celana berbeda warna, bahan, maupun coraknya maka busana itu menjadi kurang formal. Setelan jas hitam menjadi sangat formal bila dipadankan dengan kemeja putih double cuff (ada lipatan balik pada manset lengan) dan dasi hitam polos. 


Setelan jas hitam menjadi kurang formal bila dipadankan dengan kemeja berwarna dan tanpa dasi.

Pantalon (celana) untuk setelan jas tidak memiliki cuff (lipatan balik pada bagian bawah pipa celana). Cuff akan mengurangi kesan formal pada pantalon.

Warna klasik untuk suit adalah hitam, biru tua, biru keabu-abuan, abu-abu tua, dan abu-abu muda. Biru dan abu-abu dianggap sebagai warna basic.

Corak kotak-kotak maupun garis-garis pada jas tidak saya bahas pada tulisan ini. Yang pasti, jas bergaris tipis (pin stripe) lebih formal daripada jas bergaris tebal. Jas bercorak kotak-kotak kecil lebih formal daripada jas kotak-kotak besar.

Jas perlu disesuaikan dengan bentuk tubuh. Jas yang dijahit khusus untuk tubuh Anda adalah jas yang paling ideal. Agar jas tampak proporsional dengan bentuk tubuh diperlukan penjahit yang sudah berpengalaman dalam membuat jas. Ada pendapat yang sebaiknya Anda camkan: Suit is a garment cut by an individual, for an individual, by an individual.

Pria bertubuh kurus dengan tulang-tulang yang kecil akan tampak bagus dengan jas berpotongan ramping, bantalan bahu (padding), dan kelepak kerah kecil, serta pipa celana yang tidak longgar. Ini membuat jas tampak rapi, tidak terlihat terlalu besar pada tubuh.

Pria bertubuh pendek akan tampak lebih tinggi bila mengenakan jas single-breasted  berkancing empat. Jas model ini biasanya memiliki kelepak kerah yang kecil. Empat kancing berderet di depan dapat membuat tubuh lebih tinggi. Panjang jas sebaiknya tidak jauh dari bawah pinggul.

Pria berbahu bidang tidak perlu mengenakan bantalan bahu pada jasnya.

Pria gemuk sebaiknya menghindari potongan yang membuat tubuh tampak semakin besar. Carilah penjahit yang  benar-benar ahli, sebab bahan jas yang  mahal  akan terlihat kurang  bagus bila potongannya tidak sesuai dengan bentuk tubuh dan tidak rapi jahitannya.