Minggu, 20 Desember 2020

Menjelang Proklamasi

17 Agustus 1945 pagi, menjelang upacara proklamasi kemerdekaan, Abdul Latif Hendraningrat mengatur acara. Perwira Tentara Pembela Tanah Air (PETA) itu meminta kepada semua hadirin untuk tertib, berdiri tegak dan teratur, harus memandang ke arah tempat berdiri Soekarno dan Muhammad Hatta. “Rakyat negara merdeka harus tahu mengatur dirinya, harus tahu menghormati Presiden dan Wakil Presidennya.”

Presiden Soekarno berpidato antara lain, “Kita hanya ingin melihat naiknya Sang Merah Putih, tidak suka melihat turunnya Sang Merah Putih. Mari kita bersumpah sekalian untuk menjaga serta memelihara, supaya bendera kebangsaan kita berkibar sampai akhir zaman.”

Ternyata peristiwa proklamasi kemerdekaan negara kita tidak dapat disiarkan melalui surat kabar, karena ada larangan dari pemerintah bala tentara Jepang. Keesokan harinya juga tidak dapat diumumkan nama-nama menteri yang baru ditentukan. Hanya satu surat kabar di Jakarta yang berjasa dalam hal ini, yaitu harian Kung Yung Pao yang memuat semua nama menteri Republik Indonesia.

Sumber: buku Kisah-kisah Zaman Revolusi Kemerdekaan karya Rosihan Anwar.

Senin, 14 Desember 2020

Humor Gus Dur tentang Orde Baru

Dalam suatu sayembara menebak usia mumi di Giza, Mesir, puluhan negara diundang oleh pemerintah Mesir. Masing-masing negara mengirimkan tim ahli paleoantropologi terbaiknya. Sedangkan Indonesia yang masih dalam masa pemerintahan Orba hanya mengirimkan satu komandan intel.

Tim Prancis tampil pertama. Mereka membawa peralatan mutakhir, ukur sana ukur sini, catat ini dan itu, tapi kemudian menyatakan tidak sanggup memperkirakan usia mumi. Pakar Amerika perlu waktu lama tapi taksirannya keliru. Tim Jerman menyatakan, usia mumi lebih dari 3.200 tahun. Ternyata salah. Tim Jepang juga menyebut di sekitar angka itu, tapi juga salah.

Lalu tiba giliran peserta dari Indonesia. Komandan intel bertanya kepada panitia apakah ia boleh memeriksa mumi di ruangan tertutup.

“Silakan,” jawab panitia. 

Lima belas menit kemudian Komandan itu keluar. “Usia mumi ini 5.124 tahun 3 bulan 7 hari,” katanya dengan mantap kepada juri.

Seluruh tim juri terbelalak, saling berpandangan, dan sangat kagum.  Hanya dalam waktu sangat singkat, Komandan bisa menyebutkan usia mumi dengan akurat. Hadiah diberikan. Ucapan selamat dari para peserta, pemerintah Mesir, perwakilan negara-negara asing, dan sebagainya datang bertubi-tubi. “Luar biasa,” kata mereka. Pemerintah Indonesia sangat bangga.

Menjelang pulang ke Indonesia sang Komandan dikerubungi wartawan dari dalam dan luar negeri di lobi hotel. “Anda hebat. Bagaimana caranya bisa menebak usia mumi dalam waktu singkat?”

“Saya gebuki saja. Ngaku dia.” 


Sumber: Tertawa Bersama Gus Dur. Humornya Kiai Indonesia karya Muhammad Zikra.